Jumat, 19 April 2013

© Manufacture of Acrolein from Propylene



Akrolein merupakan produk antara untuk memproduksi produk lain, seperti asam akrilat, methionine, methionin hidroxy, guraldehyde dan asam amino sintesis. Akrolein bahan kimia serba guna karena asam akrilat dapat diaminasi, diesterifikasi, dan dipolimerisasi menjadi produk lain yang lebih kompleks. Akrolein digunakan untuk herbisida dan algasida dalam aliran irigasi. Sebagai biocide pada cooling tower, untuk mengontrol alga, rumput, dan sebagai slimcide dalam industri kertas (McKetta, 1997).
Kebutuhan akrolein di Indonesia sebagai bahan dasar pembuatan asam akrilat dan bahan kimia lainnya semakin meningkat dari tahun ke tahun. Namun, di Indonesia belum ada pabrik yang memproduksi akrolein. Kebutuhan akrolein selama ini dipenuhi dengan mengimpor dari negara lain. Apabila di Indonesia didirikan pabrik akrolein, tentunya ini akan membawa keuntungan dan meningkatkan perekonomian dalam negeri.

REAKSI KIMIA

Propilen dioksidasi dengan oksigen pada tubular fixedbed reactor, menggunakan katalisator copper oxide (CuO) atau Bismuth-Molybdate. Dari data diketahui penggunaan katalisator bismuth-molybdate maka reaksi pembentukan acrolein bisa dijalankan pada suhu yang lebih rendah.
        Proses oksidasi propilen dengan oksigen dari udara dijalankan pada kondisi tekanan 3 atm dan suhu 300-400°C. Reaksi berlangsung secara eksotermis dengan konversi propilen sekitar 85%. Reaksi oksidasi propilen membentuk acrolein merupakan reaksi organik yang kompleks, dan melibatkan beberapa reaksi samping. Reaksi samping yang terjadi adalah pembentukan asetaldehid dan oksidasi membentuk gas CO dan CO2
Reaksi utama yang terjadi dapat dituliskan dengan persamaan reaksi sebagai berikut  :
               CH3CH=CH2     +    O2    ===>     CH2=CHCHO  + H2O


URAIAN PROSES   

Kamis, 18 April 2013

© Manufacture of Dimethyl Formamide from Dimethyl Amin and Methyl Format



Salah satu jenis industri kimia yang amat besar pengaruhnya terhadap perkembangan industri kimia di Indonesia adalah Dimetil Formamid. Industri ini berperan dalam industri gas, fiber acrylite, polyurethane, serta industri film. Hampir 50% kebutuhan ini dicukupi oleh produsen dari Eropa. Sedangkan kebutuhan Dimetil Formamid di Indonesia masih dicukupi dari impor.  
Dengan didirikannya pabrik Dimetil Formamid ini diharapkan akan membawa dampak positip, antara lain :
1. Mengurangi import Dimetil Formamid yang berarti menghemat devisa negara dan menambah lapangan kerja.
2.    Mendorong berdirinya industri-industri lainnya yang menggunakan bahan baku Dimetil Formamid.
3.    Diharapkan bisa mewujudkan era alih teknologi.

REAKSI KIMIA
Proses antara dimetil amin dengan metil format dijalankan pada kondisi suhu 60-100°C tanpa menggunakan katalisator. Reaksi berlangsung secara eksotermis dengan konversi sekitar 90 %. Reaksi yang terjadi dapat dituliskan dengan persamaan reaksi sebagai berikut  :
                                                                       
 (CH3)2NH   +  HCOOCH3    ===>    HCON(CH3)2 + CH3OH

URAIAN PROSES

© Manufacture of Diethyl Phthalat from Phthalic Anhydride and Ethanol



Dietil phthalat dalam industri kimia terutama digunakan sebagai plasticizers untuk resin sintetis (plastics), elastomers dan organics coatings. Sekitar 86 % phthalate plasticizers digunakan dalam pembuatan polyvinylchloride (PVC). Selain itu juga digunakan untuk pembuatan cellulose ester plastics dan lain-lain.
Dengan didirikannya pabrik Dietil phthalat ini diharapkan akan membawa dampak positip, antara lain :
1.  Mengurangi import Dietil phthalat yang berarti menghemat devisa negara dan menambah lapangan kerja.
2.   Mendorong berdirinya industri-industri lainnya yang menggunakan bahan baku Dietil phthalat.
3.   Diharapkan bisa mewujudkan era alih teknologi.

REAKSI KIMIA
            Dietil phthalat merupakan hasil esterifikasi dari etanol dan phthalic anhidrid dalam fase cair. Reaksi yang terjadi dapat dituliskan dengan persamaan reaksi sebagai berikut  :
           
 C6H4(CO)2O   +  2 C2H5OH     ===>   C6H4(COOC2H5)2    +     H2O

Katalisator yang dipakai dalam reaksi esterifikasi pada umumnya adalah asam kuat inorganik seperti asam klorida dan asam sulfat, tetapi asam sulfat lebih banyak dipakai karena waktu reaksi bisa lebih cepat.   Reaksi terjadi dengan kondisi operasi tekanan 10 atm dan suhu sekitar 150°C dan dijalankan di dalam reaktor Reaktor Alir Tangki Berpengaduk (RATB).           

URAIAN PROSES