Kamis, 30 Oktober 2014

© Manufacture of Oleic Acid from Palm Oil


Asam lemak adalah senyawa alifatik dengan gugus karboksil.  Bersama-sama dengan gliserol, merupakan penyusun utama minyak nabati atau lemak dan  merupakan bahan baku untuk semua lipida pada makhluk hidup. Asam ini mudah dijumpai dalam minyak masak (goreng), margarin, atau lemak hewan dan menentukan nilai gizinya. Secara alami, asam lemak bisa berbentuk bebas (karena lemak yang terhidrolisis) maupun terikat sebagai gliserida. Asam lemak dibedakan menjadi asam lemak jenuh dan asam lemak tak  jenuh. Asam lemak jenuh hanya memiliki ikatan tunggal di antara atom-atom  karbon penyusunnya, sementara asam lemak tak jenuh memiliki paling sedikit satu ikatan ganda di antara atom-atom  karbon  penyusunnya. Asam lemak tak jenuh dianggap bernilai gizi lebih baik karena lebih reaktif dan merupakan antioksidan di dalam tubuh. Salah satu jenis asam lemak tak jenuh adalah asam oleat, merupakan asam lemak tak jenuh yang paling banyak ditemukan di hampir seluruh bahan makanan baik hewani maupun nabati.
Asam oleat dinamakan demikian karena berasal dari olein, atau olive oil karena asam oleat merupakan komponen utama penyusun minyak zaitun. Asam oleat dapat dikategorikan sebagai asam lemak esensial yang berarti kehadirannya dibutuhkan oleh tubuh namun asam oleat tidak dapat diproduksi di dalam tubuh dan hanya bisa didapat melalui sumber eksternal tubuh.
Asam oleat  merupakan salah satu bahan dasar dan bahan antara  dalam industri kimia. Di Indonesia asam oleat digunakan dalam industri minuman, seperti pembuatan susu,  industri sabun dan deterjen,  kosmestik,  minyak goreng, dan   industri bahan makanan. Selain itu dalam turunannya asam oleat pada beberapa industri kimia juga digunakan sebagai plasticizers, solven, pelumas dan agent untuk pengolahan air.

REAKSI KIMIA

          Asam oleat dapat dihasilkan dari fraksinasi asam lemak  yang diperoleh dari proses pengubahan minyak menjadi asam lemak. Dalam hal ini proses yang digunakan adalah proses hidrolisis.  
Dalam industri asam oleat banyak digunakan sebagai  surface  active, emulsifier , dan dalam  produk - produk kosmetika. Asam oleat pada suhu  ruang berupa cairan kental  dengan warna kuning pucat atau  kuning kecokelatan. Asam ini  memiliki aroma yang khas. Ia tidak larut dalam air, titik leburnya 14°C dan titik didihnya 360°C.

Reaksi hidrolisis antara trigliserida dengan air  sebagai berikut:


      C3H8(COOR) 3(l)  + 3 H2O(l)    ====>     C3H8O3(l)    + 3 RCOOH(l)  

            Secara umum terdapat 2 metode umum yang dapat digunakan untuk hidrolisis minyak sawit membentuk asam minyak, yaitu :
1)   Metode dengan katalisator
Reaksi  hidrolisis dapat dijalankan pada tekanan atmosferis dengan bantuan katalisator asam sulfat H2SO4  pada suhu sekitar 100°C.  Konversi yang dicapai rendah dan proses pemisahan produk akan lebih sulit karena dibutuhkan alat tambahan untuk memisahkan asam sulfat yang ada.
 ( Ernesto Bernardini, 1982 )
  2)  Metode tanpa katalisator
Dengan kondisi operasi :
      Suhu                : 190°C – 255°C
      Tekanan           : 45 atm
      Fase                 : Cair
      Reaksi  hidrolisis dijalankan pada tekanan 45 atm dengan suhu operasi sekitar 250°C. Konversi hidrolisis dapat mencapai 98%. Dengan reaktor yang berbentuk kolom tinggi Splitting tower  maka akan langsung terpisahkan antara fase asam lemak fatty acid dengan fase gliserol-air. Untuk mendapatkan asam oleat dari campurannya dengan asam lemak yang lainnya yang terdapat pada hasil hidrolisis, dilakukan dengan menara distilasi/fraksinasi yang dioperasikan pada tekanan vakum.

( Ernesto Bernardini, 1982 )

Kamis, 23 Oktober 2014

© Manufacture of Minyak Jagung (Edible oil) dari Biji Jagung

Saat ini penyakit jantung merupakan penyebab kematian terbesar di dunia, termasuk di Indonesia. Penyakit jantung disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah akibat terjadi pengapuran dinding pembuluh darah. Pengapuran ini disebabkan timbunan asam lemak jenuh di dinding pembuluh darah. Asam lemak jenuh ini banyak didapat akibat sering mengkonsumsi minyak atau lemak yang banyak mengandung asam lemak jenuh, seperti minyak kelapa, daging, lemak hewan, dan lain-lain.
      Namun informasi bahwa minyak kelapa dan minyak sawit menyebabkan banyak penyakit, hal ini perlu diteliti ulang karena bisa jadi hanya akal-akalan orang barat agar produksi minyak kelapa dan minyak sawit kita ditolak dunia. Faktanya banyak penyakit yang bisa disembuhkan oleh minyak kelapa termasuk penyakit degenerative. 
      Salah satu sumber yang bisa dimanfaatkan untuk membuat minyak yang kaya akan kandungan lemak tak jenuh adalah jagung. Produksi jagung dunia saat ini menduduki tempat ketiga setelah kedelai dan gandum.Edible oil merupakan minyak yang siap diolah untuk berbagai keperluan, seperti minyak sayur, margarine, minyak goreng, saus, dll. Edible oil dari jagung di dunia, dijual dengan premium price dikarenakan produksinya yang terbatas. Keunggulannya mudah dicerna, sumber asam lemak assensial dan vitamin E serta kaya akan kandungan asam lemak tak jenuh, yang memegang peranan penting dalam membantu mengatur tekanan darah dan menurunkannya.
      Nilai tambah penggunaan jagung di Indonesia tergolong rendah. Sebagian besar konsumsinya untuk pakan ternak, selebihnya untuk tepung maizena, dan makanan ringan. Salah satu cara meningkatkan nilai tambah jagung antara lain dengan mengekstraksi minyak didalamnya atau menfermentasikan starch menjadi alkohol.
        Pendirian pabrik ini selain untuk meningkatkan nilai guna biji jagung, juga untuk menambah devisa negara yang saat ini sangat dibutuhkan dan dengan pendirian pabrik ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Orientasi pasar untuk produk ini adalah di ekspor.


REAKSI KIMIA
Proses pengolahan minyak jagung dari biji jagung adalah proses fisis yang tidak melibatkan reaksi kimia dalam pembentukan minyak jagung. Minyak jagung sudah ada dalam biji jagung hanya tinggal dikeluarkan dengan cara dipress/ditekan. Dan untuk memisahkan dari ampasnya dilakukan dengan cara ekstraksi dengan menggunakan pelarut organik hidrocarbon.
     Reaksi kimia dalam pabrik Edible oil dari biji jagung hanya ada di tangki neutralizer yaitu proses penyabunan kandungan free fatty acid (FFA) yang terdapat dalam minyak dengan senyawa basa sodium hidroksida. Sedangkan pengambilan minyaknya sendiri hanya melalui proses ekstraksi dengan menggunakan solven normal hexane tanpa adanya reaksi kimia, terjadi pada suhu kamar dan tekanan atmosferis. Sebagian besar proses yang terjadi hanya proses unit operasi.